KERAJAAN BANGKAHULU 1
Kerajaan SUNGAI SERUT adalah RATU AGUNG ......
Masyarakat yang dipimpinnya adalah Masyarakat
REJANG SAWEAK (Masyarakat di Sekitar Gunung Bungkuk sekarang) ”.
Ratu Agung mempunyai anak 7 orang, yaitu :
1. Anak Dalam Muara Bengkulu
2. Lemang Batu
3. Rindang Papan
4. Manik Mancur
5. Kelambu Api
6. Anta Kusuma
7. Putri Gading Cempaka
Pada pemerintahan ANAK DALAM wilayahnya meluas ke
utara sampai ke dusun-dusun di tepi Air Lais dan Air Ketahun dan ke selatan
sampai ke Air Lempuing.
Pada zaman Anak Dalam ini pula telah berdatangan para pedagang Aceh ke Bandar kecil Sungai Serut dan bermukim di bukit dekat pantai, yang sampai sekarang dikenal dengan sebutan BUKIT ACEH, untuk membeli lada dan hasil bumi lainnya.
Pada zaman Anak Dalam ini pula telah berdatangan para pedagang Aceh ke Bandar kecil Sungai Serut dan bermukim di bukit dekat pantai, yang sampai sekarang dikenal dengan sebutan BUKIT ACEH, untuk membeli lada dan hasil bumi lainnya.
Menurut tambo Bengkulu, PUTRA RAJA ACEH yang juga
pedagang melihat Putri Gading Cempaka yang cantik itu. Kemudian jatuh hati dan
berniat meminangnya, Demi memperkuat pengaruhnya, beliau menyetujui putranya
meminang putri disertai oleh satu pasukan, tetapi ditolak oleh Raja Anak Dalam
Muar Bangkahulu.
Sebagai akibat penolakan itu, putra Sultan Aceh
memerintahkan penglima pasukan laut memerangi Anak Dalam.
Sekalipun perang ini tidak seimbang, rakyat tetap
mempertahankan dengan sungguh-sungguh daerahnya sehingga banyak memakan korban
yang bergelimpangan di Muara Sungai Serut
Dimana dalam perang tersebut menurut riwayat dari
Bukit Aceh, semua pasukan aceh tersebut Tewas dan dari pihak Kerajaan Sungai
Serut pun banyak jatuh korban,
Dalam perang tersebut untuk mengalahkan aceh Raja
Anak Dalam di Bantu seorang pengembara bernama BINTANG RUANO
Kemudian Raja Anak Dalam MENGUNGSI ke pedalaman
(Gunung Bungkuk) dan kerajaannya tidak bisa di tempati karna tidak tahan dengan
bau bangkai akibat perang, dan Perang Tersebut Berakhir dengan istilah ACEH
KALAH BENGKULU SILAM
Dengan peristiwa di atas, maka orang-orang Rejang di Luak Pesisir (Rejang Sabah) kehilangan rajanya dan berkeliaran tanpa pimpinan kesatuan mereka. Sekalipun denmikian, setiap dusun masih dikepalai seorang pemimpin yang dipilih rakyatnya dan bertugas memimpin serta menegakkan adat istiadat yang berlaku di dusun sebagai masyarakat hukum adat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar