Jumat, 14 Juni 2019

SUKU OGAN

SUKU OGAN
Kisah Arya Penangsang di ogan

Setelah runtuhnya Kedatuan Sriwijaya abad ke-11 Masehi, masyarakat dipinggiran sungai ogan,  mendapat pengaruh budaya dari para pendatang.

Di masa Raden Ario Dillah (Sultan Abdullah) berkuasa, diperkirakan  perkembangan Islam sangat pesat di Masyarakat Ogan. Keluarga Para Penyebar Islam, kemudian membaur dengan Suku Ogan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari Leluhur Suku ini.

Leluhur Suku Ogan disinyalir ada yang berasal dari Lampung, Palembang dan Tanah Jawa, diantara yang tercatat adalah :

1.Keluarga Sanghyang Sakti Nyata.
Berdasarkan catatan masyarakat Lampung Pesisir Waylima, dikisahkan beliau memiliki 7 orang anak, yang kemudian menjadi leluhur bagi Suku Ogan, Rejang, Semende, Pasemah, Komering dan Lampung
(sumber : Sejarah Lampung).

2. Pengikut Penguasa Palembang yang pernah hijrah ke Ogan Ilir, antara lain :
– Pangeran Sido ing Rajek di Desa Saka Tiga (Inderalaya) tahun 1659
– Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu di Desa Tanjung Lubuk tahun 1821
– Sultan Ahmad Najamuddin (IV) Prabu Anom di Hulu Sungai Ogan tahun 1824-1825.

Ada hal unik di Ogan Ilir, yaitu ditemukannya makam Ratu Sahibul atau Pangeran Arya Penangsang di daerah tersebut. Berdasarkan cerita masyarakat Ogan dan Kombering, Arya Penangsang tidak terbunuh di Tanah Jawa, beliau mengungsi ke pulau sumatera, dan makamnya sekarang berada di Indralaya Ogan Ilir.

Arya Penangsang diperkirakan hijrah dari Kadipaten Jipang pada sekitar tahun 1549M. Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, ia bersama pengikutnya sampai di Ogan Komering Ulu, beliau sempat menetap cukup lama, anak keturunan Arya Penangsang, banyak berada di wilayah ini.

Perjalanan Arya Penangsang kemudian berlanjut ke Indralaya (Ogan Ilir) Sumatera Selatan, dan di wilayah inilah Arya Penangsang wafat pada tahun 1611M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar